Wisata Spontan (Fun Day Sunday #2)

Mengapa disebut wisata spontan? Karena perjalanan kami kali ini memang tidak direncanakan secara matang. Pada awal pagi suami mengeluhkan hidung pilek jadi mengurungkan rencana kami jalan-jalan ke objek wisata pantai Kiama—yang mesti ditempuh dengan dua jam lebih perjalanan kereta. Okelah *tarik selimut bobo lagi*

Eh, sekitar pukul 9 pagi, beliau berubah rencana. Mungkin bingung juga mau ngisi hari Minggu dengan apa, masa’ mendekam di kamar nonton Elmo terus sementara masih ada tiket Sunday Funday yang dibelinya minggu kemarin. Akhirnya, setelah beliau browsing-browsing sekadarnya, ditetapkanlah agenda Minggu itu kita akan pergi mengunjungi perpustakaan nasional dan mungkiiin, mampir ke pantai… *kali ini, rencananya fleksibel banget deh.*

Maka berangkatlah kami naik bus menuju central Sydney sementara waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Turun di Circular Qay. Rencana semula dari sana mau naik feri, tapi kelihatannya yang ngantri feri lagi penuh… Males ah. Marilah kita lanjut sight-seeing sambil moto-moto. Eh, dapat juga kesempatan moto di depan Opera House yang nggak jauh beda sama Keong Mas.

funday8

“Ma, aku sudah sampai di Sydney, Ma!” 🙂

funday9

ramai depan Keong Mas..eh Opera House

Lanjut menyusuri jalan sampai ketemu taman luaaas banget. Keren banget tamannya. Namanya Botany Bay Garden. Jalan-jalan jauh nggak kerasa pegelnya karena selama jalan kita disuguhi pemandangan keren, jalanannya mulus tanpa lubang, dan banyak spot-spot tempat istirahat.

funday10

masuk Botany Bay Garden

Di Botany Bay Garden, kami sempat ketemu gedung menyerupai kastil *keren*. Sepertinya bekas Government House dari abad 18-an. Tadinya kami pengen coba ikut tur ke dalam gedung itu. Free of charge! Tapi kudu bawa identitas diri sementara saya nggak bawa paspor, dan lagipula tur itu memakan waktu 45 menit. Paling Radi keburu bangun, dan kami masih ingin jalan-jalan ke tempat lain, belum lagi perut yang mulai keruyukan.

depan Government House

depan Government House

Yo wis, lanjutlah kami menyusuri taman Botany yang indah itu. Saat Radi terbangun, dia langsung bersemangat lompat turun dari stroller. Berlari-larian di taman sepuasnya sambil ngejar burung-burung yang dikit-dikit jalan dikit-dikit terbang. Saking semangatnya ngejar burung, Radi sempat kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan muka membentur aspal di jalan turunan.

Oh no, my darling sweet boy… Kenapa kamu selalu saja membawa oleh-oleh luka setiap kita pesiar ke taman. Dasar jagoan, dengan kening dan pipi lecet dan berdarah *dikit kok, oma :P* Radi langsung bangkit berdiri tanpa nangis *keprok*. Jadi ingat waktu imunisasi kemarin, untuk kali pertamanya Radi juga nggak nangis sama sekali saat disuntik *Ah, Nak, kamu sudah besar ternyata sekarang. Mama jadi terharu.*

Radi seneng bangeeet lari-larian di taman. :*

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kami pun kemudian nyari spot teduh buat gelar tikar dan bersiap menyantap makan siang. Papa ngeluarin kompor portabel trangia (yang dimilikinya dari jaman hobi naik gunung) buat ngerebus indomie (yang di sini harganya 5 ribu satu bungkus, saudara-saudarah).

Beres makan siang, kami pengen melanjutkan perjalanan ke perpustakaan nasional *sesuai rencana awal tea*. Arsitektur gedung perpusnya keren banget, bergaya Yunani kuno. Tapi rada repot nyari jalan masuknya. Akhirnya muter lagi rada jauh setelah si papa ngambil peta denah perpus. Dan sesampainya di dalam, ternyata ruang perpus buat anak-anaknya lagi libur *booo...penonton kuciwa* Perpusnya sepi. Hanya nampak kakek-nenek dan orang-orang bertampang terdidik sedang sibuk depan laptop masing-masing *sibuk ngerjain disertasi mungkin, atau main candy crush*.

depan State Library NSW

depan State Library NSW

Satu poin yang mesti dicatat, kalau mau pelesir keluarga bikin rencana yang matang lebih dulu. Kalau lebih menggali informasi sebelumnya, kita kan sudah bisa tahu kalau perpus anak tutup tanpa mendatanginya lebih dulu. Apalagi kalau jalan-jalannya sambil bawa keluarga lengkap dengan bayi. Kalau pelesir sendirian sih, mau asal lempar pena ke peta sebagai tujuan juga fine-fine ajah. Tapi kalau bawa bayi, memang kudu banyak persiapan karena cuaca yang panas atau situasi membosankan bisa bikin doi rewel *lah katanya udah gede, kok jadi bayi lagih :P*

Habis numpang pipis di toilet perpusnya, kami pun cabut lagi. Kembali berjalan menembus taman *yang lain, bukan Botany Bay* di bawah sinar matahari yang bersinar kian terik. Kami mengistirahatkan kaki sejenak di bangku taman, sementara Papa pergi beli es loli dan jus dingin. Segerrrr…cucok dikonsumsi di hari yang panas.

es lolinya enak juga Pa *apa sih yang ga enak buat kamu, Nak*

es lolinya enak juga Pa *apa sih yang ga enak buat kamu, Nak*

ngadeeem dulu...

ngadeeem dulu di Hyde Park…

Lucunya, di taman itu Radi tiba-tiba nyamperin satu set keluarga India yang duduk tak jauh dari bangku kami. Ada nenek-nenek dengan sarinya, ada pula anak kecil, lengkap dengan bapak dan ibunya. Radi sok akrab banget, bahkan pakai minta peluk segala. Mungkin Radi teringat sanak keluarganya yang rame di Bandung. Biasanya ada banyak paman, bibi, nenek, sepupu-sepupu yang mengelilinginya. Hihihi. Nanti pulang kita skypean aja ya Nak sama mereka yang di Bandung. :*

Mari Nak, kita pulang sekarang, lalu berdadah-dadahlah Radi kepada keluarga indiahe itu lengkap dengan kiss-bye mesranya. 😀

Nggak kerasa,  seharian ini saya jalan kaki jauh juga. Udah menempuh berkilo-kilometer. Ada kali KPAD-Srigunting *hiperbola :P* Meski berjalan kaki jauh di bawah terik matahari musim panas, pegal nggak begitu terasa karena sepatu yang nyaman di kaki *alhamdulillah, meski pake sepatu obralan yang dibelinya juga nggak gitu niat* dan itu tadi, tersedia banyak spot-spot untuk mengistirahatkan badan sejenak di sepanjang jalan.

di tepi Botany Bay

di tepi Botany Bay

Oleh-oleh Fun Day Sunday kali ini adalah kulit yang terbakar matahari. Sampai di rumah, baru kelihatan Radi mukanya udah kayak kepiting kukus *merah tapi nggak merah banget* dan si papa kulit lengannya langsung belang. Untung saya dijilbab, jadi mungkin tidak terlalu terkena sun burn karena sinar mataharinya nggak banyak kena langsung ke kulit 😛

PS: Minggu depan mungkin rehat dulu Sunday Fundaynya, saya mau menghadiri pengajian ibu-ibu. *loh kok minta izin 😛 *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s