An Oasis Called the Library

Aktivitas rutin nan mengasyikkan kami selama di Sydney adalah mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan favorit yang sering kami datangi adalah Margaret Martin Library dan Bowen Library. Martin Library bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menitan dari rumah *cihuy*.

Selain buku, di perpustakaan sini juga tersedia berbagai mainan anak. Makanya Radi betah 😛 Mainan boleh dipinjam kalau kita bikin kartu peminjaman khusus mainan dengan biaya $40 selama setahun. Kartu mainan ini memberi kita hak untuk meminjam mainan sampai 5 item selama 2 minggu yang boleh diperpanjang sampai dua kali. Juga kesempatan untuk mengikuti workshop yang diadakan perpustakaan.

Papa Radi paling seneng pinjam dvd di perpustakaan. Kalau saya paling seneng minjam mainan; puzzle dan boardgamenya.. hihi..padahal pakai kartu mainan Radi. Saya juga sering pinjam buku-buku parenting. Lumayan buat bekal membesarkan anak 😛  Isi buku yang saya pinjam bakal saya catat di blog, kalau ada yang menurut saya patut dicatat. Mumpung di luar negeri dan dapat akses banyak dari  perpus, sayang kalau tidak dimanfaatkan, buat menambah ilmu dan berbagi dengan yang lain.

Sekali seminggu saya juga mendaftarkan Radi ikut kelas batita “Baby Love Books”. Gratis! Selama setengah jam, Radi menyanyi, menari, dan mendengarkan cerita anak dan nursery rhyme bersama anak-anak lainnya. Radi girang abis selama sesi kelas itu berlangsung. Nanti kalau udah genap 2 tahun, Radi bakal naik kelas ke “Bop 2 Books”—program buat anak usia 2 tahunan.

Saya suka mikir, kapan yaa di Indonesia ada fasilitas seperti ini buat anak-anak. Tapi memang capek juga kalau kita terus saja membanding-bandingkan situasi dan fasilitas yang ada di negara maju dengan negara kita. Mestinya, ini malah semakin memicu saya—yang alhamdulillah diberi kesempatan menikmati fasilitas dari negara lain—untuk bisa membawa perubahan saat kelak kembali ke tanah air.

Siapa tahu, kelak saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk mendirikan semacam rumah bacaan anak. Di tengah gencarnya teknologi digital menggempur anak-anak kita, saya ingin sekali melihat anak-anak bisa tetap dekat dengan dunia buku. Karena buku adalah jendela dunia yang mampu membuka wawasan dan mendorong mereka untuk berani bercita-cita. Siapa tahu, nanti di “rumah” itu kita bisa bikin kelas-kelas gratis yang mampu menunjang kreativitas mereka seperti yang diikuti Radi saat ini. Siapa tahu…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s