Luna Park (Fun Day Sunday #5)

Sudah lama tidak meliput agenda Sunday Funday saban Minggu. Belakangan emang lagi jarang pelesir sih hihi. Si suami sedang sibuk berkutat dengan tugas-tugas kuliah, sementara si saya kejar tayang suntingan. Nah… berhubung sekarang sudah bebas tugas dan tak lama lagi akan meninggalkan Sydney, pengin dijabanin lagi si Sunday Funday dan dituliskan di blog bila mana sempat. 😛
Well, edisi pelesir hari Minggu 4 Mei lalu, kami sekeluarga memilih destinasi Luna Park di Darling Harbour. Kami memilih paket hemat saja, $16 cuma dapet naik carousel dan ferris wheel. For me, its a bit overpriced... Tapiii, dari kemarin udah kepingin banget ke wahana bermain. Gara-gara nonton salah satu dvd the Wiggles yang menampilkan cuplikan Dorothy mampir ke Luna Park..:P
Dan Luna Park ini ternyata nggak seluas dan serame Dufan (beneran lho, bukan karena saya terlalu cinta tanah air wkwkk). Tempatnya lebih seperti pasar malam biasa. Naik carouselnya nggak berasa, bentar amiiit. Tau-tau musiknya udah selesai ajah… dan penumpang “diusir” turun dengan manis :P. Naik ferris wheelnya lumayan. Ngantri nggak pakai lama, tapi di dalam wahananya serasa hampir setengah jam. Dan puas bisa sambil liat pemandangan Darling Harbour dari ketinggian. Naik ferris wheel ini juga jadi spot yang bagus buat moto-moto suasana sekitar hehe.
Overall, tamasya ke Luna Park jadi hiburan yang lumayan buat keluarga, terutama bagi si bocah yang kesenengan ngejar-ngejar burung camar di sudut dermaga. Apalagi perjalanan pulang-perginya jadi pengalaman pertama saya dan Radi naik feri. Bolak-balik Darling Harbour. So fun…
Di bawah ini foto-fotonya:

Family pic at Luna Park taken with 10 sec timer tripod (Radi udah ngebet banget mau lanjut ngejar burung 😛 ).

poto keluarga di Luna Park

Smile!

Berburu Bacaan Anak (Fun Day Sunday #3)

Percobaan pertama belanja di e-bay Australia telah mengantarkan kami ke wilayah barat Sydney, tepatnya di Berala. Berawal dari iseng-iseng browsing situs e-bay Australia dengan keyword sesame street (yang lagi sangat digemari Radi). Ketemulah beraneka macam item di sana, dan langsung naksir berat dengan koleksi 9 buku hardcover bekas bertema Sesame Street dalam kondisi masih sangat bagus yang hanya dijual seharga 5 dollar sajah. Cuma syaratnya, barang diambil sendiri ke rumah sang penjual—yang justru sangat cocok dengan keinginan saya yang ogah bayar ongkir lebih mahal dari belanjaannya dan lebih memilih menjemput sendiri karena bisa sekalian pelesir ke tempat baru..hehe.

Jadi, agenda Sunday Funday kami minggu ini adalah dalam rangka menjemput belanjaan e-bay *sayang anak… sayang anak*. Kami pakai tiket Sunday Funday demi mengirit ongkos karena jarak tempuh ke Berala—lokasi rumah si penjual—yang lumayan jauh. Satu kali naik bus dari halte Kingsford, dua kali naik kereta.

Sayangnya, di stasiun kereta Berala nggak ada fasilitas lift buat pengguna kursi roda atau pemakai stroller. Jadi terpaksa stroller diangkut naik-turun tangga sementara Radi digendong. 😦

Tanpa perlu berjalan kaki lama dari stasiun, kami menemukan alamat rumah si penjual. Setelah menyelipkan uang lima dollar di bawah pintunya, dan mengangkut belanjaan kami yang sudah ditaruh di pinggir carportnya (sesuai perjanjian karena penjualnya sebelumnya berencana keluar rumah), kami pun berangkat pulang. Radi tertidur pulas sepanjang perjalanan kaki kami di Berala.

Sebelum sampai kembali di halte, kami sempat belanja bubuahan (jeruk, pisang, dan semangka) di sebuah toko kelontong sana karena buah-buahannya murah meriah. Lumayanlah, daripada jauh-jauh lagi ke Paddys Market.

Sampai di stasiun Berala kembali, kami enggan membangunkan Radi yang masih lelap dan mengangkatnya dari strolernya untuk kembali menaiki tangga yang cukup tinggi. Untung, saat itu kebetulan saja ada wanita berbadan kekar mengajukan diri untuk membantu mengangkat stroller dengan Radi tidur di atasnya. Secepat kilat dia mengangkat stroller dari atas dengan satu tangan sementara si papa mendorong dari bawah tangga. What a nice lady, and a strong one too. Go girl power!  😛

Sebelum pulang ke rumah, kami memutuskan untuk singgah sebentar di Hyde Park untuk melihat Lawn Library dan merasakan suasana Sydney Festival di sana. Kami berhenti di stasiun kereta bawah tanah Museum NSW. Dan lagi-lagi, nggak ada lift. Huff… I wonder why. Bukankah ini pusat kota yah?  And where is that nice lady again when we needed her? Oh, well… saya kan juga punya girl power. *Mari angkut stroller lagi menapaki tangga. Hosh!*

Tiba di Hyde Park kami menyantap makan siang di bangku sejenak sementara Radi berlarian di taman. Lalu lanjut ke lokasi Lawn Library yang ternyata di taman seberang lagi. Di Lawn Library setiap orang dibolehkan mengambil buku gratis. Saya memilih buku klasik The Little Prince dengan hard cover buat Radi, sementara Papa mengambil buku panduan fotografi. Saya juga menaruh satu buku anak yang kurang digemari Radi ke dalam rak Lawn Library. Sebagai sumbangsih aja, biar kayak tukeran buku. 😛

Overall, it was a really Fun Sunday. Puas belanja buku buat nanti ngisi koleksi perpustakaan mungil Radi di Bandung *amin*. Entah mengapa sekarang saya lebih senang berburu buku buat bacaan anak saya daripada buat saya sendiri. Apalagi kalau udah melihat wajah sumringah Radi begitu bangun dari tidurnya dan disodori buku bergambar Big Bird dan Cookie Monster. “Ma, bu…ma, bu…!” seru Radi sambil jarinya antusias menunjuk gambar si burung Big Bird, lalu meniru gaya Cookie Monster melahap habis cookies dengan maruknya “Ammnyamnyam.” Its priceless!  😀

Radi 'n books

Radi ‘n books

Wisata Spontan (Fun Day Sunday #2)

Mengapa disebut wisata spontan? Karena perjalanan kami kali ini memang tidak direncanakan secara matang. Pada awal pagi suami mengeluhkan hidung pilek jadi mengurungkan rencana kami jalan-jalan ke objek wisata pantai Kiama—yang mesti ditempuh dengan dua jam lebih perjalanan kereta. Okelah *tarik selimut bobo lagi*

Eh, sekitar pukul 9 pagi, beliau berubah rencana. Mungkin bingung juga mau ngisi hari Minggu dengan apa, masa’ mendekam di kamar nonton Elmo terus sementara masih ada tiket Sunday Funday yang dibelinya minggu kemarin. Akhirnya, setelah beliau browsing-browsing sekadarnya, ditetapkanlah agenda Minggu itu kita akan pergi mengunjungi perpustakaan nasional dan mungkiiin, mampir ke pantai… *kali ini, rencananya fleksibel banget deh.*

Maka berangkatlah kami naik bus menuju central Sydney sementara waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Turun di Circular Qay. Rencana semula dari sana mau naik feri, tapi kelihatannya yang ngantri feri lagi penuh… Males ah. Marilah kita lanjut sight-seeing sambil moto-moto. Eh, dapat juga kesempatan moto di depan Opera House yang nggak jauh beda sama Keong Mas.

funday8

“Ma, aku sudah sampai di Sydney, Ma!” 🙂

funday9

ramai depan Keong Mas..eh Opera House

Lanjut menyusuri jalan sampai ketemu taman luaaas banget. Keren banget tamannya. Namanya Botany Bay Garden. Jalan-jalan jauh nggak kerasa pegelnya karena selama jalan kita disuguhi pemandangan keren, jalanannya mulus tanpa lubang, dan banyak spot-spot tempat istirahat.

funday10

masuk Botany Bay Garden

Di Botany Bay Garden, kami sempat ketemu gedung menyerupai kastil *keren*. Sepertinya bekas Government House dari abad 18-an. Tadinya kami pengen coba ikut tur ke dalam gedung itu. Free of charge! Tapi kudu bawa identitas diri sementara saya nggak bawa paspor, dan lagipula tur itu memakan waktu 45 menit. Paling Radi keburu bangun, dan kami masih ingin jalan-jalan ke tempat lain, belum lagi perut yang mulai keruyukan.

depan Government House

depan Government House

Yo wis, lanjutlah kami menyusuri taman Botany yang indah itu. Saat Radi terbangun, dia langsung bersemangat lompat turun dari stroller. Berlari-larian di taman sepuasnya sambil ngejar burung-burung yang dikit-dikit jalan dikit-dikit terbang. Saking semangatnya ngejar burung, Radi sempat kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan muka membentur aspal di jalan turunan.

Oh no, my darling sweet boy… Kenapa kamu selalu saja membawa oleh-oleh luka setiap kita pesiar ke taman. Dasar jagoan, dengan kening dan pipi lecet dan berdarah *dikit kok, oma :P* Radi langsung bangkit berdiri tanpa nangis *keprok*. Jadi ingat waktu imunisasi kemarin, untuk kali pertamanya Radi juga nggak nangis sama sekali saat disuntik *Ah, Nak, kamu sudah besar ternyata sekarang. Mama jadi terharu.*

Radi seneng bangeeet lari-larian di taman. :*

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kami pun kemudian nyari spot teduh buat gelar tikar dan bersiap menyantap makan siang. Papa ngeluarin kompor portabel trangia (yang dimilikinya dari jaman hobi naik gunung) buat ngerebus indomie (yang di sini harganya 5 ribu satu bungkus, saudara-saudarah).

Beres makan siang, kami pengen melanjutkan perjalanan ke perpustakaan nasional *sesuai rencana awal tea*. Arsitektur gedung perpusnya keren banget, bergaya Yunani kuno. Tapi rada repot nyari jalan masuknya. Akhirnya muter lagi rada jauh setelah si papa ngambil peta denah perpus. Dan sesampainya di dalam, ternyata ruang perpus buat anak-anaknya lagi libur *booo...penonton kuciwa* Perpusnya sepi. Hanya nampak kakek-nenek dan orang-orang bertampang terdidik sedang sibuk depan laptop masing-masing *sibuk ngerjain disertasi mungkin, atau main candy crush*.

depan State Library NSW

depan State Library NSW

Satu poin yang mesti dicatat, kalau mau pelesir keluarga bikin rencana yang matang lebih dulu. Kalau lebih menggali informasi sebelumnya, kita kan sudah bisa tahu kalau perpus anak tutup tanpa mendatanginya lebih dulu. Apalagi kalau jalan-jalannya sambil bawa keluarga lengkap dengan bayi. Kalau pelesir sendirian sih, mau asal lempar pena ke peta sebagai tujuan juga fine-fine ajah. Tapi kalau bawa bayi, memang kudu banyak persiapan karena cuaca yang panas atau situasi membosankan bisa bikin doi rewel *lah katanya udah gede, kok jadi bayi lagih :P*

Habis numpang pipis di toilet perpusnya, kami pun cabut lagi. Kembali berjalan menembus taman *yang lain, bukan Botany Bay* di bawah sinar matahari yang bersinar kian terik. Kami mengistirahatkan kaki sejenak di bangku taman, sementara Papa pergi beli es loli dan jus dingin. Segerrrr…cucok dikonsumsi di hari yang panas.

es lolinya enak juga Pa *apa sih yang ga enak buat kamu, Nak*

es lolinya enak juga Pa *apa sih yang ga enak buat kamu, Nak*

ngadeeem dulu...

ngadeeem dulu di Hyde Park…

Lucunya, di taman itu Radi tiba-tiba nyamperin satu set keluarga India yang duduk tak jauh dari bangku kami. Ada nenek-nenek dengan sarinya, ada pula anak kecil, lengkap dengan bapak dan ibunya. Radi sok akrab banget, bahkan pakai minta peluk segala. Mungkin Radi teringat sanak keluarganya yang rame di Bandung. Biasanya ada banyak paman, bibi, nenek, sepupu-sepupu yang mengelilinginya. Hihihi. Nanti pulang kita skypean aja ya Nak sama mereka yang di Bandung. :*

Mari Nak, kita pulang sekarang, lalu berdadah-dadahlah Radi kepada keluarga indiahe itu lengkap dengan kiss-bye mesranya. 😀

Nggak kerasa,  seharian ini saya jalan kaki jauh juga. Udah menempuh berkilo-kilometer. Ada kali KPAD-Srigunting *hiperbola :P* Meski berjalan kaki jauh di bawah terik matahari musim panas, pegal nggak begitu terasa karena sepatu yang nyaman di kaki *alhamdulillah, meski pake sepatu obralan yang dibelinya juga nggak gitu niat* dan itu tadi, tersedia banyak spot-spot untuk mengistirahatkan badan sejenak di sepanjang jalan.

di tepi Botany Bay

di tepi Botany Bay

Oleh-oleh Fun Day Sunday kali ini adalah kulit yang terbakar matahari. Sampai di rumah, baru kelihatan Radi mukanya udah kayak kepiting kukus *merah tapi nggak merah banget* dan si papa kulit lengannya langsung belang. Untung saya dijilbab, jadi mungkin tidak terlalu terkena sun burn karena sinar mataharinya nggak banyak kena langsung ke kulit 😛

PS: Minggu depan mungkin rehat dulu Sunday Fundaynya, saya mau menghadiri pengajian ibu-ibu. *loh kok minta izin 😛 *

Edisi Trial (Fun Day Sunday #1)

Fun Day Sunday adalah program pemerintah negara bagian New South Wales demi mendukung agenda jalan-jalan keluarga di hari Minggu. Khusus setiap Minggu bagi keluarga dengan anak, tarif transportasi hanya dikenakan $2,5 per orang dewasa untuk seluruh transportasi di satu hari itu. Cihuuuy… jadilah kami sekeluarga mengagendakan puas-puas pelesir hingga ke pelosok New South Wales setiap hari Minggunya. Judulnya, pelesir hemat. Lima dolar saja—saya dan suami—bisa menikmati transportasi bus, kereta, trem, dan feri bolak-balik seharian penuh. *yeyy*

Agenda Fun Day Sunday pertama ingin kami habiskan dengan wisata ke Central Sydney terlebih dulu. Tapi baru berangkat naik bus dari halte Kingsford, tiket Funday Sunday kami sudah tertelan mesin. Hangus deh, nggak bisa dipake lagi…:(  Ya sudahlah. Cuma 2,5 dollar ini yang melayang. *gaya*

Begitu sampai di pusat kota Sydney, suami langsung beli dua tiket Sunday Funday lagi di kios pinggir jalan. Tapi katanya, tiketnya dipakai buat jalan-jalan minggu depan aja soalnya sayang, kita sudah sampai di lokasi dan kita toh membatalkan naik feri mengingat angin hari itu yang bertiup sangat kencang plus Radi masih rada pilek. Yo wis.

Sampai di Central Sydney kitaaa...

Sampai di Central Sydney kitaaa…

Begitu sampai, langsung cari tempat ngadem. Si bocah nagih brunch.

pose kemayu :P

pose kemayu 😛

Tujuan pertama kami ke Queen Victoria Building (QVB). Bekas kantor pemerintahan jaman baheula yang kini diubah jadi shoping mal . Malnya isinya butik-butik mahal dan bermerek. Nggak minat lah shoping di sini. Kita hanya mengagumi arsitektur gedung lamanya aja. Plus merasakan naik lift model jadul, serasa balik ke abad 19-an.

pose depan nenek buyut Ratu Elizabeth

Beginilah tampilan di dalam QVBnya.

papa girang ketemu lift era kompeni.

papa girang ketemu lift era kompeni.

Habis dari QVB, kita singgah sebentar ke Abbey Bookshop di dekat sana. Saya penasaran belum mampir ke toko buku selama di Australia. Ternyata harga bukunya relatif mahal buat saya, dan pilihan judul bukunya pun tak banyak.*sigh*

Hayuklah... mari kita lanjutkan perjalanan! Kemana-mana kita jalan kaki dong. Pelesir hemat, dan sehat! :)

Hayuklah… mari kita lanjutkan perjalanan! Kemana-mana kita jalan kaki dong. Pelesir hemat, dan sehat! 🙂

Dari sana, kita nyeberang ke Darling Harbor. Anginnya kuenceng banget waktu kita melintasi jembatannya. Radi langsung diselimuti selain tadi udah dijaket karena takut masuk angin, meski  bayi-bayi bule di sana pada pede make kaos kutang dan celana pendek.*da Radi kan sebelumnya anak tropis*

Tempat wisata ini ramai banget dengan orang, terutama turis. Apalagi saat di Tumbalong Park. Taman dengan wahana bermain air buat anak. Kita duduk di taman itu buat makan siang sambil melihat bocah-bocah cilik bermain air. Bingung juga lihat balita yang bisa main air dengan kolor aja. Memang sih, sekarang musim panas, tapi cuaca waktu itu lagi dingin plus banyak angin… brrr… Untung Radi nggak nagih ikut main air. Dia anteng makan kentang goreng McD dan nasi nori plus ikan sambil nonton anak-anak main air dan burung-burung camar yang berseliweran di sekitarnya.

Sebelum pulang, mampir dulu ke Paddys Market soalnya saya penasaran. Ternyata Paddys Market itu serupa dengan Pasar Baru. Lokasinya di dalam Chinese Town. Yang ngejual juga kebanyakan barang-barang buatan Cina—mainan, tas-tas KW, barang-barang suvenir.  Katanya ada juga yang jual buku-buku dan buah-buahan dengan harga dibanting, tapi kita nggak sempat nemu tuh. Sumpek lalu-lalang orang bikin nggak betah berlama-lama di sana, apalagi sambil ngedorong stroller. Paling berencana singgah ke Paddys Market lagi pas butuh cari souvenir aja nanti-nanti jelang kepulangan.

Paddys Marketnya di dalam China Town ini. Ga usah dipoto lah dalamnya, da ga jauh-jauh sama pasar kebanyakan. Berjubelan orang2.

Paddys Marketnya di dalam China Town ini. Ga usah dipoto lah dalamnya, da ga jauh-jauh sama pasar kebanyakan. Berjubelan orang-orang.

Oleh-oleh Fun Day Sunday ini adalah *hatsyiii* pilek. Ternyata badan saya masih badan tropis. Belum kuat jalan-jalan menahan deru angin kencang seharian. Mudah-mudahan Radi nggak tertular, nanti jadwal vaksinasinya terpaksa mundur lagi. 😛

Sebetulnya ini Fun Day Sunday yang gagal. Kan nggak jadi kepake tiketnya. Yah kita sebut saja “trial” Fun Day Sunday pertama kita. Daaan, nantikan agenda Fun Day Sunday kami berikutnya. Hm..kemana yah agenda minggu depan?… Mari kita renungkan dan berdoa bersama, agar saya sudah kembali sehat dan bisa pelesir lagi minggu depan *nenggak sanaflu*.