The Day the Boy Turned Two (In Pictures)

Horeee, 28 Mei 2014 Amir Rahadi Naufan (alias Radi) genap berusia 2 tahun! Berikut rangkuman hari istimewa Radi dalam jepretan foto. ๐Ÿ™‚

 
Awal hari, Radi yang belum ngeh sedang berulang tahun (yeah you are the birthday boy, son!) disuguhi hadiah spesial (tanpa bungkus kado karena gak sempet hihi..) dari papa mama. DVD the Wiggles (kelompok nyanyi bapak-bapak kesukaan Radi), puzzle djeco โ€˜n bus boardbook sesame street. Yeyy *kok mamanya yang girang* ๐Ÿ˜€

ultah8

potonya nabrak cahaya yee

Boardbook sesame street langsung jadi favorit birthday boy. Buku dengan kertas tebal yang bisa disusun menyerupai bus. Daan… nggak lama kemudian, busnya sobek sodara-sodara hiks…saking super excitednya Radi bolak-balik keluar masuk bus. Seneng banget dia merasa berangkat sekolah naik bus bareng Elmo. ๐Ÿ˜€ Ya sudahlah, memang petunjuknya sebetulnya diperuntukkan bagi anak usia 3 tahun ke atas.

Pukul sepuluh pagi, ada yang datang mengetuk pintu. Wow, surprise! Ternyata teman-teman kosan mampir mengantar kue ultah buat Radi. Terharu… thanks you guys, it means a lot. Radi syeneeeng banget makannya. Dan mamanya jadi nggak perlu bikin kue deh, hehe… Sayang nggak kepoto temen-temen Ubudersnya ๐Ÿ˜›

Jelang sore, mulai mati gaya. Radi cuma bobo siang bentar dan tampak mulai bosan terkurung dalam rumah. Akhirnya, mama berinisiatif ngajak Radi ke tempat bermain favoritnya, the playground. Ok, kiddo, since this is your special day we have to make it extra special then. Your wish is my command. Lets hit the playground! (Radi emang nggak betahan seharian di dalam rumah, padahal mamanya anak rumahan banget huhu..eh yihaa ding..let us explore the world together ๐Ÿ˜› )
Si bocah pun puas bermain ayunan dan perosotan. Bagian susahnya adalah ngajak dia pulang hihiy… Yang tadi niatnya cuma main setengah jam di taman, jadi molor satu setengah jam. Biar deh nak, yang penting kamu puas (selain pengobat kecewa setelah bus elmonya sobek dan terpaksa disingkirkan mama dulu ๐Ÿ˜› ).

Di jalan pulang, Papa Radi nelpon ngasih tahu karena tugas kuliahnya udah beres hari ini, mau ngajakin kita jalan-jalan ke Darling Harbour lihat pertunjukan sinar laser dan tarian air mancur (salah satu program Vivid Sydney 2014). Asyiiik…hayuk deh, kita lanjut jalan lagi! Radi super girang meski kurang bobo siang. (Hey we told you we were going to make your day extra special, you outdoorsy boy you ๐Ÿ˜› )

ultah15

menunggu di halte bus

Pukul tujuh malam, pertunjukan sinar laser baru dimulai. *psst, ternyata di sebelah si Maliq n the Essentials ikutan nonton… tapi si papa ogah minta tandatangan โ€˜n poto bareng haha*
Pas musik menggelegar, Radi malah kabuuur dari barisan depan. Kaget kali denger volume musiknya yang kuenceng (he doesnt like loud noises).

ultah3

pertunjukan sinar laser ‘n air mancur dimulai!

Beginilah wajah Radi selama atraksi sinar laser berlangsung. Penuh kewaspadaan. ๐Ÿ˜€

Sempat nonton street performance (entah ini tarian atau atraksi debus).

Okay, the boy look sleepy now. Time to head home. Nighty night, my favourite son.


Selamat dua tahun, Nak! Go ahead, grab and enjoy your terribly (terrific) two to the fullest cos you only live it once! :*

Mendongeng Bersama Anak

โ€œIf you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales.โ€
โ€• Albert Einstein

Ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan anak dari kegiatan mendongeng atau membaca cerita bersama anak. Mengembangkan imajinasi, memperkaya kosakata, mengenalkan berbagai macam konsep (berhitung, warna, mengukur, dll) hingga mengajarkan kebiasaan baik dan menanamkan nilai-nilai positif dalam diri sang anak, merupakan sebagian manfaatnya. Selain tentu, mendongeng bersama akan menguatkan bonding antara orangtua dengan anak.

Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat saat kita sedang mendongeng bersama anak:

  • Kenalkan anak pada kosakata baru yang mungkin terkandung dalam buku.
  • Ambil jeda untuk memberi komentar dan bertanya. Lihat wajah bebek ini. Menurutmu apa yang dirasakannya? Apa yang akan kaulakukan seandainya kau jadi bebek itu? Hal ini akan membantu anak lebih memahami isi cerita dan mengaitkan dengan pengalaman mereka sendiri.
  • Biarkan anak Anda bercerita tentang hal-hal yang ditemuinya dalam lembaran yang menurut mereka menarik.
  • Dorong anak untuk ikut membaca jika mereka mau.
  • Ajak anak untuk menebak atau membuat prediksi tentang kisah di dalam buku. Menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya? Mama ingin tahu apa yang akan dilakukan bebek itu.

 

Usai Mendongeng, kita bisa:

  • Renungkan bersama.
  1. Apa hal terlucu dari cerita barusan?
  2. Apa kau menikmati kisah tadi?
  3. Apa bagian favoritmu?
  • Bicarakan tentang pesan yang terkandung di dalam cerita.
  • Menghidupkan-ulang kisah yang dibaca menggunakan boneka atau mainannya, atau Anda bisa pura-pura berperan sebagai karakter di dalam buku bersama anak Anda.
  • Perkenalkan anak dengan berbagai ragam aktivitas yang bisa mereka lakukan, seperti berikut:
  1. Minta ia menggambarkan karakter utama cerita.
  2. Minta ia menuliskan atau menggambarkan kisah akhir yang berbeda.
  3. Jika mungkin, hubungkan kisah dalam buku dengan pengalaman dalam hidup anak dan bicarakan bersamanya.
  4. Anda bisa membantu anak Anda membuat buku mereka sendiri berdasarkan kisah yang baru dibaca. Sebagai contoh, setelah membaca buku The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle, Anda bisa menulis bersama sebuah cerita berjudul The Very Hungry Boy atau The Very Hungry Snake.
  5. Anak Anda bisa membuat sebuah poster tentang buku itu untuk membiarkan orang lain tahu betapa menariknya cerita itu. Pilih dari buku favorit anak Anda.
  6. Minta anak Anda memberikan rating pada buku yang dibaca. Anda bisa mendorong mereka memberikan muka tersenyum, nilai dari 1-10, atau memberi komentar dan alasannya.

* Ingat untuk tidak mendesak anak Anda melakukan berbagai kegiatan ini kecuali mereka tertarik. Tujuan Anda yang utama adalah untuk memberikan kesan bahwa kegiatan membaca itu menyenangkan.

ilustration

“You may have tangible wealth untold. Caskets of jewels and coffers of gold. Richer than you can never beโ€ฆ I had a mother who read to me.” โ€” Strickland Gillilan


Sumber:
Springboard to Reading and Writing (Kerrie Shanahan)

Sumber ilustrasi: abduzeedo.com (by Teagan White)

Hopping with Baby Kangaroo (Fun Day Sunday #6)

Akhirnyaaa, kesampaian juga moto-moto dan ngelus anak kangguruโ€”dua bulan jelang kepulangan ke tanah air :P. Sebelumnya sih, kami berkeinginan mengunjungi Taronga Zooโ€”kebun binatang terbesar di Australia. Tapi setelah melalui banyak pertimbangan dan mendengar cerita-cerita dari pengalaman orang, kami akhirnya memutuskan untuk berbelok arah dan pergi ke Featherdale Wildlife Park. Selain harga tiket masuknya lebih murah, kami berpikiran ya kalau ingin lihat jerapah atau gajah sih di kebun binatang Indonesia juga banyaaak, dan saya rasa nggak akan kalah bagusnya. Yang kami inginkan, kan, bisa berinteraksi lebih dekat dengan satwa-satwa khas Australia.
Nah, Featherdale ini semacam tempat penangkaran berbagai macam hewan khas Australia tapi dalam skala kecil dan hewan-hewan yang ditampungnya pun yang ukurannya mini-miniโ€”khususnya baby kangaroo. Jadi, anak-anak kangguru dibiarkan bebas berkeliaran, pengunjung boleh mengambil foto dan memberi makan, dan tentu saja, mengelusnya. Radi seneng bisa ngelus dan ngasih makan anak kangguru. Malah saat ada satu anak kangguru melompat-lompat balik ke kandang, Radi ikutan masuk ke kandangnya.*tepok jidat*


Kenapa hanya ada anak kangguru dan tidak ada emaknya? Itu karena konon katanya kangguru dewasa termasuk hewan galak dan tidak aman bila dibiarkan berada dalam radius dekat dengan pengunjung. Jadi di Taronga Zoo, mau lihat kangguru juga cuma bisa dadah-dadah aja dari kejauhan.
Puas bermain dengan kangguru, tapi lain halnya dengan saudara sesukunya si koala. Cuma sempat ambil poto sekali dan itu pun kepotong *potografernya gimane nih, papa radi?* Koalanya juga nggak mengembara keluar-masuk kandang kayak para kangguru. Sok jual mahal. Cuma duduk nongkrong di pohon eukalyptus *ya eyyalah*.

koala

maap yah pa or bu koala, kepalanya gak ikut kepoto ๐Ÿ˜›

Karena kebun binatangnya nggak begitu besar, dalam dua jam kami sudah puas menjelajah. Dan pengin balik pulang, rasanya kok masih siang. Jadi kami pun meneruskan perjalanan naik kereta menuju Blackheath Blue Mountain. Niatnya sih, ingin mencari suasana musim gugur dengan pohon-pohon keemasan itu sebelum keburu masuk musim dingin dan daun-daunnya rontok semua.
Perjalanan kereta menuju Blue Mountainnya jauh lebih lama dari waktu yang dihabiskan di tempat tujuan. Tiga setengah jam total di perjalanan, sementara di lokasi cuma menghabiskan sekitar 20 menit. Cuma moto-moto suasana sedikit soalnya langsung ngejar jadwal kereta pulang yang muncul saban sejam sekali. Jangan lupa, musim gugur begini jam 5 kurang udah gelap aja. Hihi… tapi lumayan puaslah melihat pepohonan emasnya meski kebanyakan sudah pada rontok. Dan minimal sudah pernah menginjakkan kaki ke Blue Mountain yang konon terkenal itu. ๐Ÿ˜›

at Blackheath Train Station

the autumn tree