Ramadhan 2020

Ramadhan tahun ini akan datang dan berlalu dengan penuh kesahajaan.

Ramadhan tahun ini akan membasmi sisa-sisa ketamakan manusia.

Ramadhan tahun ini menjadi momen menyucikan diri bagi mereka yang menyegerakan bertaubat.

Ramadhan tahun ini akan memaksa kita bersimpuh di alas sajadah, memohon ampunan dan belas kasih-Nya.

Jauh lebih khusyu dari hari-hari sebelumnya.

Dalam kesahajaan.

Di rumah saja.

Selamat datang wahai bulan suci!

Mama

One of the moments that I trully treasure is picking up my son after school. Seeing his face brighten up when he catches the sight of me among the crowds of parents. With a wide smile, he calls me, “Mama!” He will then race his feet and throw his little hands to give a quick hug on my hips before going into a full rampant about how his day went.

That moment sometimes throw me to a different time and place.

There were days when I would be searching for my mom’s face among the parents outside of the school gate. And when I caught her presence with her usual flowers pattern dress (a bit worn because of her frequent wear),  my heart then would be filled with serenity.

The presence of Mum, is a calling for home.

Pocket of Happiness

Whenever I feel down or gloomy or uninspired, then I would take something out of my pocket.

That “something” are special moments I’ve collected from many years of my life.

Some are from my childhood memories. When Papi started his car engines, and we were all excited because he would take us cruising the street in early morning on our PJ’s.

The moment I opened my box of crossstitch and started working on a new pattern.

Some are from my adulthood also.

When my baby nephew was born and I had a chance to splurge him with many gifts.

When I hold my son on my lap while I stroke his curly hair and point to an aeroplane zooming the sky as our car drove.

I called them my pocket of happiness.

With them, I could chase my troubles away bcos I feel like I own the world.  And maybe, just maybe … I would have some extra pocket to share it with others.

Give Back

Bersyukurlah kau, Nak, memiliki kesempatan tinggal di bumi Indonesia yang damai. Bayangkan jika kau tinggal di negeri yang masih dicekam konflik. Bayangkan jika sehari-hari kau mendengar dentuman meriam dan harus melindungi diri dari pecahan mortir.

Bersyukurlah kau, Nak, terlahir di tengah keluarga besar yang begitu menyayangimu. Masih banyak anak yang dibesarkan dengan kurang kasih sayang dan perhatian.

Bersyukurlah kau, Nak, masih diberikan nikmat sehat jasmani dan rohani. Betapa banyak anak yang terlahir tak sempurna atau didera sakit panjang.

Bersyukurlah kau, Nak, dibesarkan di tengah keluarga yang memiliki tingkat ekonomi cukup. Berapa banyak anak yang luntang-lantung di jalanan demi mencari sesuap nasi, sementara kamarmu bertabur mainan dan buku cerita.

Bersyukurlah kau, mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan terbaik. Pendidikan yang bisa mengembangkan dan mengarahkan minat dan bakatmu. Jangan sia-siakan. Berapa banyak anak yang terpaksa putus sekolah, buta huruf, atau bahkan tak mengenyam bangku sekolah sama sekali.

Kau mungkin termasuk salah seorang dari segelintir yang beruntung. Dan karenanya, segelintir orang ini sebenarnya memiliki TANGGUNG JAWAB lebih. Give Back! Kita harus membantu, mengayomi dan melakukan kebaikan sekecil apapun bagi orang-orang lain yang lebih “berkekurangan.”  Dengan cara apapun yang kau bisa. Entah dengan tenaga, waktu, harta, juga ilmu. Terutama ilmu. Sekecil apapun itu. Tak ada yang sia-sia.

Bersyukurlah kau, Nak, dengan Memberi.

 

I Thank You

I Thank You for the memories from my early days.

They are my source of inspiration. My most valuable life lessons.

 

I Thank You for the family whom I’ve grow up with.

We’ve been through a lot together.

However different we may have grown, I love them to pieces and nothing can replace them in my heart.

 

I Thank You for my new family who has welcomed me with open arms.

Having a large extended family by my side has been my lifelong dream.

 

I Thank You for the companion of this wonderful guy that You have sent me.

He has truly been my solid rock. May we be a couple in heaven and earth. Amen.

 

I Thank You for my circle of friends. They all bring laughter, joy, and colour to my world.

 

I Thank You for the ultimate gift of all, my bundle of joy, the answer of my prayer, my son, Radinek.

Having him really taught me a lot about life.

Since then, all of my other wishes seems trivial and greedy. His presence has given me much more than I could’ve asked for.

 

I Thank You for my journey so far.

My hapiness has taught me to be more giving.

My trials has taught me to be a humble piece of human being.

 

I Thank You for this 34 years of my life.

I am trully blessed.

Surat Cinta untuk Radi #1

Radiii, my very precious son, permata hidup dan penyemangat hari-hari Mama…

Surat ini ditulis pada hari Rabu 25 Juni 2014. Hampir genap seminggu setelah operasi bypass jantung Mama. Mama bersyukur hingga saat ini masih diberi amanah usia untuk terus mendampingi Radi yang sekarang baru 2 tahun dan lagi lucu-lucunya.

Masih berat sekali rasanya meninggalkanmu lama. Semoga Mama bisa cepat pulang dan lekas pulih. Mama akan terus berjuang untuk sehat sehat sehat…

Pesan Mama pada Radi, apa pun yang terjadi di hadapan, ingat kalau Radi banyak yang sayang. Radi punya Papa, Ninin, Aki, para mamang dan bibi Maleber, teta Lia, Mira ‘n Dewi, om Rudin dan tentu Oma. Belum lagi teman-teman yang tak terhitung banyaknya.

Jadi Radi jangan pernah tumbuh galau atau merasa kekurangan dengan ada atau tidak adanya Mama di sisi Radi secara langsung. Doa Mama pasti selalu menyertai.

 

Amir Rahadi Naufan…

Harapan Mama dan Papa, agar Radi kelak tumbuh menjadi seorang pemimpin pembawa cahaya dan kemuliaan. Bisa memberi manfaat kepada yang lain dengan keutamaan ilmu dan akhlak yang mulia.

Tumbuhlah menjadi pemuda berperilaku lurus, dekat dengan Tuhannya, dan yang kehadirannya selalu menyejukkan sekitar.

Radi anak Mama yang saleh, banyak-banyaklah baca agar ilmumu luas dan selalu minta pada Allah agar dikaruniai ilmu yang manfaat. Makin tinggi ilmu makin rendah hati selalu karena kedudukan seorang yang berilmu tinggi terlihat dari perilakunya dan caranya memperlakukan orang lain. Dari kemampuannya menjaga lisan, hati, dan pikirannya.

Mungkin banyak sekali petuah yang ingin Mama sampaikan dalam surat cinta Mama ini. Tapi untuk saat ini, cukup salah satu ayat Quran berikut dijadikan pegangan:

“Adapun bagi orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.” (Al-Insyiqaq:25)

Ayat-ayat seperti ini banyak bertaburan di dalam Qur’an. Allah selalu menggandeng keimanan dengan amal saleh karena keduanya saling bergantungan. Tiada gunanya keimanan tanpa amal kebajikan, begitu pula sebaliknya. Amal kebajikan tanpa disertai keimanan sia-sia saja.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

 

Radi, anak Mama yang shaleh…

Teruslah berusaha menempa diri agar termasuk ke dalam golongan mereka yang beriman & beramal shaleh ini. Jangan letih memperbaiki diri, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan memohon agar selalu ditunjukkan pada jalan yang lurus.

Semoga kita kelak bisa dikumpulkan kembali di dalam surgaNya. Amiiin YRA.

Mama sayaaang sekali dengan Radi, dan tidak akan pernah putus mendoakan kebaikan bagimu, permata hati Mama.

 

Ditulis dengan penuh rindu di Bed 5 South Dickinson Building Prince of Wales Hospital.

IMG-20140703-WA0000

NB: InsyaAllah setiap 20 Juni Mama akan tuliskan “surat cinta” buat Radi. Meski orang biasa menganggap tabu untuk menulis wasiat seakan mau mati besok saja, tapi menurut saya berwasiat kepada anak merupakan salah satu bentuk cinta dan ikhtiar kita agar terjaga dari meninggalkan generasi yang lemah nan galau di belakang.

A Child’s Memories

“When I write my stories, I do not use childhood memories. I use a child’s memory. Through that child’s mind, I am too inexperienced to have assumptions. So the world is still full of magic. Anything can happen. All possibilities. I have dreams. I have fantasies. At will, I can enter that world again…”

—Amy Tan, The Opposite of Fate (author of the Joy Luck Club and Kitchen God’s Wives)

Keep On…

Keep on writing. Writing will sharpen your brain and carved your memories in stone. It will eternalize your quick passage in life, although you have long gone.

Keep on praying. Pray with your absolute surrender.

Keep on being the best mom who can truly inspire your child. Teach him to be a great human being. But first, try to be a great human being yourself.

Keep on loving. It’s the best medicine the world could never get enough.

Keep on giving kindness and keep on perservere in doing so…

Keep on Moving. Don’t ever feel complacent and don’t ever stay in the same place.

19 THINGS A MOM SHOULD TELL HER SON

1. Play a sport.
It will teach you how to win honorably,
lose gracefully, respect authority,
work with others, manage your time
and stay out of trouble.
And maybe even throw or catch.

2. Use careful aim when you pee.
Somebody’s got to clean that up, you know.

3. Save money when you’re young
because you’re going to need it someday.

4. Allow me to introduce you
to the dishwasher, oven,
washing machine, iron,
vacuum, mop and broom.
Now please go use them.

5. Pray and be a spiritual leader.

6. Don’t ever be a bully
and don’t ever start a fight,
but if some idiot clocks you,
please defend yourself.

7. Your knowledge and education is something
that nobody can take away from you.

8. Treat women kindly.
Forever is a long time to live alone
and it’s even longer to live with somebody
who hates your guts.

9. Take pride in your appearance.

10. Be strong and tender at the same time.

11. A woman can do everything that you can do.
This includes her having a successful career
and you changing diapers at 3 A.M.
Mutual respect is the key to a good relationship.

12. “Yes ma’am” and “yes sir”
still go a long way.

13. The reason that they’re called “private parts”
is because they’re “private”.
Please do not scratch them in public.

14. Peer pressure is a scary thing.
Be a good leader and others will follow.

15. Bringing her flowers for no reason
is always a good idea.

16. It is better to be kind
than to be right.

17. A sense of humor
goes a long way
in the healing process.

18. Please choose your spouse wisely.
My daughter-in-law will be the gatekeeper for me
spending time with you and my grandchildren.

19. Remember to call your mother
because I might be missing you.

 

(Taken from Blindfod facebook page)