RESOLUSI LITERASI 2021

Kalian termasuk tim yang suka menuliskan target resolusi nggak ketika memasuki awal tahun?

Kalau saya sendiri sih suka. Tapi biasanya, targetnya itu nggak begitu spesifik. Misalnya aja tahun lalu, saya sempat menulis resolusi di tahun 2020 pingin bisa menjalani hidup dengan lebih mindful, ingin bisa menjalani kehidupan yang lebih green alias bersahabat dengan alam. Nah, karena gak ada tolak ukur dan nggak dijabarin lebih spesifik, biasanya targetnya itu buyar wkwkkk… Selain juga karena faktor pandemi ya, jadi sebagian resolusi tuh kayak bubar jalan. *lah, cari-cari alasan*

Anyway, di tahun 2021 ini, saya ingin mencoba membuat resolusi yang lebih spesifik dalam hal membaca dan tulis-menulis.

Saya menyebutnya, Resolusi Literasi.

  • Dalam Hal Baca Buku:

Target saya adalah menamatkan minimal 25 judul buku dalam setahun. It means I have to finish one book in 2 weeks time. Target Reading Challenge ini juga saya cantumkan di aplikasi Goodeads dan IG biar ke-track.

  • Dalam Hal Menulis:

Saya ingin konsisten menulis blog sekali seminggu.

Saya ingin bisa menyelesaikan satu naskah cerita novel setiap satu tahun.

(Kenapa satu tahun, kok lama? Because aside from a slow writer, I am also a moody and perfectionist one *yet, another excuse*).

Udah. Segitu aja sih sesungguhnya resolusi yang rada spesifiknya.

Selebihnya, tentu ada resolusi-resolusi yang agak buram. Saya ingin menjalankan HS anak saya dengan lebih baik lagi, belajar tentang pendidikan dan teori  perkembangan anak lebih banyak lagi, ingin rutin melakukan olahraga (minimal joget2 di rumah dan jalan kaki), menjalani hidup dengan lebih mindful dan penuh kesyukuran di setiap hal kecil. And so on, and so on.

Demikian sekilas info tentang resolusi saya. Yuk, jangan lupa bikin Resolusi Literasi!

(Menuju) Hari yang Produktif

Tahun baru—tahun 2018—belum lama berlalu. WhoooT?… Udah tahun 2018 aja..

Kok rasa-rasanya tahun-tahun sebelumnya berlalu begitu aja.. tanpa jejak.. tanpa prestasi berarti … tanpa pertumbuhan diri. Rasanya kebisaanku ya gitu-gitu aja *huhu*

Mungkin ada siiih jejaknya … Radi sekarang udah lima tahun. Udah makin pinter. (trus apa lagi?) *huhuhiks*

But still, it seems I let my days gone wasted although I could have done more.

Bukankah waktu itu pun amanah?

Soo, masih di momentum awal tahun, saya mencoba menginisiasi sebuah rutinitas baru (dengan metode yang tidak sepenuhnya baru siih). Setiap pagi, saya akan membuat “my to-do list” di sebuah notes kecil. I wont write my humdrum everyday chores (such as wash and ironing clothes) on my to-do list. Saya hanya akan menorehkan rencana aktivitas menyangkut target profesional (menulis), target pendidikan Radi (aktivitas bermain & belajar sama anak), target pertumbuhan-diri (belajar bahasa asing, baking, mengkaji ilmu ukhrowi, etc), target kebugaran (bersepeda statis 10 menit, renang, yoga, etc), dan tak kalah penting … doing hobby (aka crosstitching). 😛

 

 

 

Saya akan tuliskan rencana aktivitas di buku jurnal ini setiap pagi sembari sarapan, dan setiap malam saya akan mereview hal-hal yang saya kerjakan (atau tidak) dengan ceklist. Saya merasa upaya mencatat aktivitas di buku jurnal setiap hari ini sangat dibutuhkan untuk menjadikan hari-hari yang saya lalui lebih produktif. Minimal, saya jadi tahu kemana hari-hari itu berlalu begitu saja.

 

Wish me luck!

 

UPDATE:

Ternyata eh ternyata, agak susah juga ye menuliskan target agenda per harinya. Ujung-ujungnya, saya lebih banyak melakukan “mental-note”, nyatet dalam hati aja hehehe

Resolusi 2014

Resolusi saya tahun 2014 ini sederhana saja. Secara profesional, saya ingin bisa fokus. Begitu fokus menggarap satu proyek, ya diterusin sampai kelar. Nggak lompat-lompat ke hal lain di tengah jalan. Membagi kreativitas, pikiran, dan waktu ke banyak garapan, eh..ujung-ujungnya nggak ada satu pun yang beres. Maka itulah… tahun 2014 ini ingin berusaha jadi orang yang bisa fokus. Menetapkan satu hal untuk difokuskan sampai akhir, sebelum beralih ke yang lainnya. Supaya nggak setengah-setengah, supaya bisa tuntas. Ganbatte! *menyemangati diri sendiri*

Secara pribadi, tentu saya ingin bertumbuh menjadi orang yang lebih baik lagi. Itu harus. Orang yang berkurang umurnya, tapi tidak membaik akhlaknya tentulah merugi.

Saya ingin menjadi orang yang senantiasa bersyukur dengan kondisi yang ada. Tanpa perlu melihat apa yang dimiliki orang lain. Mensyukuri segala karuniaNya. Kesehatan, waktu, dan keluarga. Kesempatan untuk membahagiakan orang-orang tersayang.

Bersyukur. Setiap saat.

Begitulah, kalau saya ditanya tentang resolusi saya jelang 2014.