Catatan Perkembangan Bicara Radi (part 1)

Masalah Radi mengalami telat bicara sudah pernah saya tuliskan di sini. Sekarang sebagai salah satu upaya memantau perkembangan bicaranya, saya akan menuliskan catatan secara rutin. Bismillah… Ini catatan pertama.

Pada usia 2 tahun lebih 2 bulan, saya perhatikan Radi baru bisa mengucapkan sekitar 5 kata (mama, papa, mo buat elmo, nek buat nininnya…). Sepulang dari Australia, setelah sempat terpisah sebulanan sama anak, saya pun fokus menggiatkan stimulasi untuk kemampuan bicara Radi ini.

Saya batasi penggunaan gadget sebisa mungkin. Untuk mengalihkan perhatiannya dari tablet oma dan nininnya, saya beli berbagai permainan alternatif semacam puzzle dan playdough. Apa pun asal bisa mendetoks dirinya dari gadget yang jadi terlalu digandrunginya selama absennya mama di sisinya. Sebisa mungkin saya temani dia saat bermain. Sesering mungkin saya ajak bicara, menarasikan apa pun yang sedang saya atau dia lakukan.

Untuk stimulasi bicaranya, saya banyak mencontek tips-tips dari sini (nuhun mbk Andiani atas sharingnya). Saya memang tidak segera membawa Radi untuk mengikuti terapi wicara karena masih ingin menstimulasinya sendiri dan melihat perkembangannya dulu. Ini juga atas masukan dari bibi suami yang praktisi PAUD. Katanya stimulasi bicara itu kuncinya pada orangtuanya bukan terapis karena kitalah yang akan menemani sang anak 24 jam dalam sehari. Sementara sesi terapi paling juga cuma sejam dalam sehari, dan orangtua akan diberi PR oleh terapis akan apa-apa saja yang mesti dilakukan dan dicatat di rumah untuk memantau perkembangan sang anak. Dan cara-cara terapi wicara ini juga bukankah sudah bisa diakses dari mana-mana (sebagian besar berkat jasa om gugel)? Jadi bismillah saja, untuk saat ini saya akan memegang sendiri tanggung jawab mengembangkan kemampuan bicara Radi. Bersama keluarga besar Radi tentunya, sebagai lingkungan hidup dan bermainnya sehari-hari. Meski begitu, saya tidak menutup kemungkinan untuk suatu saat membawanya ke terapis.

Lalu, apa saja cara yang saya lakukan untuk menstimulasinya, selain banyak-banyak bicara dan menemaninya bermain?

–          Story telling. Setiap hari saya upayakan untuk membacakannya cerita dari buku. Story telling ini dijamin akan mengasah kreativitas ortu juga karenaaa… Radi belum minat mengikuti alur cerita sebatas yang tertera dalam buku. Kita harus mengarang abis cerita, menunjukkan setiap ilustrasi dalam buku sambil menyebutkan nama-namanya. Dan lebih baik lagi bila disertai dengan properti tambahan, seperti boneka jari atau gambar karakter cerita yang ditempelkan ke bekas stik eskrim. Untuk menggugah minat anak 2 tahun buat duduk manis mendengar cerita memang butuh upaya besuar, tapi insyaAllah ini jadi bagian ikhtiar supaya si anak kelak dekat dan mencintai buku pula. Amiiin.

boneka jari

boneka jari

–          Flash card. Kartu berbagai macam gambar juga bisa menjadi sarana yang bagus untuk mengenalkan nama berbagai objek kepada anak. Tapi biasanya saya mesti lihat mood si anak dulu dan paling maksimal 15 menit saja saya gunakan flash card ini. Kalau moodnya lagi nggak bagus (rewel, ngantuk, atau playful alias jahil) paling-paling kartu-kartunya dihambur kemana-mana. Sementara kalau lagi semangat, dia suka-suka aja “diuji” mamanya. Misalnya saya menaruh 10 kartu berbagai objek, kemudian saya akan minta Radi untuk mengambil objek tertentu. Meski Radi hampir selalu benar saat menunjuk benda yang saya minta, tapi untuk menyebut namanya masih ogah-ogahan. Tunjuk mobil, dia bilang bbbrrrm. Kereta, bilangnya tutut. Tempat tidur, bilangnya bobo. 😀

–          Lagu-lagu. Mungkin bosan juga anaknya dengar mamanya ngoceh mulu. Nah, untuk variasi upaya memotivasinya lebih aktif berbicara, saya kenalkan dia dengan lagu-lagu. Kalau udah capek ngomong, saya nyanyi aja. Dulu sih Radi cuma kenal dengan lagu-lagu Barat versy nursery rhyme semacam “Itsy bitsy spider”, atau “Twinkle twinkle little star.” Sekarang saya tambahkan perbendarahaan lagu-lagu anak Indonesia, seperti “naik kereta api, “balonku”, dll.

Oh ya, sekarang saya juga fokus menggunakan satu bahasa saja, yakni bahasa Indonesia.

Sekarang Radi 2 tahun 3 bulan. Sebulan sejak upaya stimulasi yang lebih gencar ini, saya lihat Radi ada perkembangannya. Sekarang sudah bisa 20-an kata yang suka diulang, seperti susu, bobok, duduk, popok. Namun untuk sebagian besar kata, masih suka dipotong-potong (pi untuk topi, ki untuk kaki) dan masih lebih suka mengandalkan bahasa isyarat saja.

We will see how it goes.. doakan kami.. Radi yang semangaaat belajarnya!

Mummy loves you… :*

Iklan

3 pemikiran pada “Catatan Perkembangan Bicara Radi (part 1)

  1. Kata terapisnya Alma, anak perlu ‘merekam’ terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa ‘mereproduksi’ dan mengeluarkan kata-kata alias bicara.. Input dulu baru output.. Stimulasi teruuusss 🙂 Tetap semangaaattt mbak Ainka + Radi, kapan-kapan playdate bareng Alma 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s