Surat Cinta untuk Radi #1

Radiii, my very precious son, permata hidup dan penyemangat hari-hari Mama…

Surat ini ditulis pada hari Rabu 25 Juni 2014. Hampir genap seminggu setelah operasi bypass jantung Mama. Mama bersyukur hingga saat ini masih diberi amanah usia untuk terus mendampingi Radi yang sekarang baru 2 tahun dan lagi lucu-lucunya.

Masih berat sekali rasanya meninggalkanmu lama. Semoga Mama bisa cepat pulang dan lekas pulih. Mama akan terus berjuang untuk sehat sehat sehat…

Pesan Mama pada Radi, apa pun yang terjadi di hadapan, ingat kalau Radi banyak yang sayang. Radi punya Papa, Ninin, Aki, para mamang dan bibi Maleber, teta Lia, Mira ‘n Dewi, om Rudin dan tentu Oma. Belum lagi teman-teman yang tak terhitung banyaknya.

Jadi Radi jangan pernah tumbuh galau atau merasa kekurangan dengan ada atau tidak adanya Mama di sisi Radi secara langsung. Doa Mama pasti selalu menyertai.

 

Amir Rahadi Naufan…

Harapan Mama dan Papa, agar Radi kelak tumbuh menjadi seorang pemimpin pembawa cahaya dan kemuliaan. Bisa memberi manfaat kepada yang lain dengan keutamaan ilmu dan akhlak yang mulia.

Tumbuhlah menjadi pemuda berperilaku lurus, dekat dengan Tuhannya, dan yang kehadirannya selalu menyejukkan sekitar.

Radi anak Mama yang saleh, banyak-banyaklah baca agar ilmumu luas dan selalu minta pada Allah agar dikaruniai ilmu yang manfaat. Makin tinggi ilmu makin rendah hati selalu karena kedudukan seorang yang berilmu tinggi terlihat dari perilakunya dan caranya memperlakukan orang lain. Dari kemampuannya menjaga lisan, hati, dan pikirannya.

Mungkin banyak sekali petuah yang ingin Mama sampaikan dalam surat cinta Mama ini. Tapi untuk saat ini, cukup salah satu ayat Quran berikut dijadikan pegangan:

“Adapun bagi orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.” (Al-Insyiqaq:25)

Ayat-ayat seperti ini banyak bertaburan di dalam Qur’an. Allah selalu menggandeng keimanan dengan amal saleh karena keduanya saling bergantungan. Tiada gunanya keimanan tanpa amal kebajikan, begitu pula sebaliknya. Amal kebajikan tanpa disertai keimanan sia-sia saja.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

 

Radi, anak Mama yang shaleh…

Teruslah berusaha menempa diri agar termasuk ke dalam golongan mereka yang beriman & beramal shaleh ini. Jangan letih memperbaiki diri, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan memohon agar selalu ditunjukkan pada jalan yang lurus.

Semoga kita kelak bisa dikumpulkan kembali di dalam surgaNya. Amiiin YRA.

Mama sayaaang sekali dengan Radi, dan tidak akan pernah putus mendoakan kebaikan bagimu, permata hati Mama.

 

Ditulis dengan penuh rindu di Bed 5 South Dickinson Building Prince of Wales Hospital.

IMG-20140703-WA0000

NB: InsyaAllah setiap 20 Juni Mama akan tuliskan “surat cinta” buat Radi. Meski orang biasa menganggap tabu untuk menulis wasiat seakan mau mati besok saja, tapi menurut saya berwasiat kepada anak merupakan salah satu bentuk cinta dan ikhtiar kita agar terjaga dari meninggalkan generasi yang lemah nan galau di belakang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s