The Reunion

Saat melepasnya pergi malam hari di Bandara kala itu—tanggal 24 Juni—tak kusangka perpisahan kami akan begitu lama. Sebelumnya saya mengira akan segera menyusulnya di bulan September, atau paling lama Oktober. Tapi, karena satu dan lain hal—utamanya karena proses visa yang berbelit dan kurangnya antisipasi—akhirnya reuni kami baru kesampaian di penghujung malam 29 November.

Suami menjejakkan kaki di rumah saat jam sudah menunjukkan pkl.22.30 malam. Radi sudah tertidur pulas sedari lepas magrib. Baru saat bangun paginya, si bocah nampak terpekur bingung saat dilihatnya ada sosok pria menggeletak di sisi ranjang. It’s your Papa..

Biasanya saat ditanya “Papa mana?” Radi selalu menunjuk ke foto yang terpampang di atas ranjang. Kali ini saat bangun pagi ditanya pertanyaan yang sama oleh mama, Radi nampak bingung. Matanya berkali-kali memandangi antara foto dengan pria di sampingnya, berganti-ganti.  hihihi

Memang awal-awalnya Radi kayak bingung dan nggak “ngeh” dengan kehadiran kembali papanya. Tapi tak lama, saat diajak bermain bola dan jalan-jalan di halaman pagi harinya, digendong-gendong dan main bersama siang harinya, menjelang malam Radi udah lengkeeet seperti gak mau lepas dari papanya. Si bocah nampak gak puas-puas memberi ciuman, pelukan dan ngajak Papanya main terus. Duh…yang kangen nih ye..:P

*late posting 😛 *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s