Fritatta Rice

Karena Radi sudah mulai nampak bosan dengan makanan regulernya, yakni bubur ayam plus (plus wortel/buncis/brokoli/etc), jadilah Mamanya mesti mulai kreatif menyusun menu baru. Siap, Nak! Kusambut tantangan ini dengan tangan terbuka. Ya eyalah, memang siapa lagi yang bakal masakin kalau bukan emaknya.

Sebelumnya, udah pernah nyobain masak aneka menu lain selain buryam buat si bayi. Tapi biasanya Radi kurang antusias, bahkan beberapa menu ditolak mentah-mentah (terutama kalau nasi diganti kentang atau makaroni). Cinta masakan Indonesia kau, Nak. Ujung-ujungnya, balik lagi ke bubur atau nasi tim ayam. Baru belakangan ini aja Radi nampak mulai ingin bereksplorasi dengan makanannya. Dikasih menu biasa, mulai kurang lahap. Tapi suka mengincar makanan yang tidak diperuntukkan baginya saat anggota keluarga lain sedang makan (kentang goreng, tape, kerupuk, eskrim, n so on).

Jadilah, Mamanya kembali sibuk mencari-cari aneka resep makanan bayi. Yang simpel-simpel sajalah, berhubung Mamanya suka malas berlama-lama di dapur. Tapi tetap ingin memberi makanan kaya nutrisi untuk sang buah hati tercintah. Saya cukup sering merujuk ke grup mamak-mamak hhbf (homemade healthy baby food) di fesbuk.

Untuk kali ini, saya mencoba membuat menu Fritatta Rice. Namanya keren yak. Padahal penampakannya nggak jauh beda dengan telor dadar.

Berikut resepnya:

Bahan:

–          Dua kuning telur

–          Segenggam irisan daging ayam

–          Bawang putih

–          Tomat

–          Daun bawang

–          Nasi

–          Keju parut

–          Unsalted butter

Cara buat:

Tumis daging ayam dan bawang putih dengan unsalted butter. Sisihkan.

Kocok lepas 2 kuning telur (berhubung Radi belum genap 1 tahun, jadi belum dikenalin dengan si putih telurnya). Masukkan tumisan ayam tadi ke adonan telur kuning. Tambahkan sedikit potongan tomat merah, irisan daun bawang, keju parut, dan nasi. Aduk rata.

Panggang adonan di wajan anti lengket dengan unsalted butter.

HASIL EKSEKUSI:

Rasa: Enak juga. Wangiii dari butter dan keju. Cuma kurang asin untuk lidah orang dewasa. Maklum, belum pakai garam karena dibikin buat bayi di bawah setahun. Kalau ingin lebih gurih dan asin lagi, mungkin porsi kejunya bisa ditambah lebih banyak.

Radi: kurang antusias ternyata. Hiks. Awal dikasih malah nggak mau. Nampak curiga gituh. Pas mamanya berakting makan lahap di depan muka dia, barulah Radi mau. Tapi lumayanlah.. Meski nggak lahap banget, bisa habis juga tuh separoh porsi.

Sumber resep: bunda Amanda Pingkan (hhbf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s