Second Pregnancy for First Child

Setelah menikah selama 5 bulan, akhir bulan April 2011 aku mengetahui kalo aku sudah berbadan dua. Senang banget karena kehamilan ini memang sudah sangat dinanti-nanti oleh diriku dan suami. Sayangnya, kehamilan ini mesti diakhiri pada 12 Juni 2011. Vonis dokter, janin tidak berkembang. Sebenarnya sempat syok juga sih, soalnya selama kehamilan rasanya lancar. Nggak ada keluhan apa-apa, nggak pernah flek, nyeri berlebih dan semacamnya. Tapi suatu hari aja pas jadwal pemeriksaan kandungan, lewat layar USG, dokter langsung bilang ada kemungkinan janin nggak bisa berkembang. Sedih banget, apalagi itu pas pengalaman pertama check-up bareng suami..hiks..(cek-up sebelumnya ditemani ibu pas janin 6 minggu). Setelah perkiraan dokter itu, kita masih diberi waktu dua minggu untuk melihat masih ada kemungkinan berkembang atau nggak. Ternyata 2 minggu berikut, hasilnya sama saja, malah kata dokter sudah nggak ada denyut jantungnya. Jadi dengan terpaksalah, aku dikasih obat untuk mengeluarkan janin itu (yang pada tahap itu masih disebut embrio).

Meski cukup berat, tapi kami berusaha ikhlaskan aja..Mungkin memang belum waktunya. Masih ada yang mesti kita pelajari lagi sebelum menerima amanah berat itu. Alhamdulillah, kalau sudah mengikhlaskan, rasanya tenang. Memang semua semata milik Allah dan aku mesti bersyukur diberi kesempatan untuk naik tingkat lewat ujiannya dan menggugurkan dosa-dosaku…

Usai mengistirahatkan rahim selama 3 bulan sesuai saran dokter, tak kusangka ternyata Allah langsung mengisinya lagi. Bulan September 2011 usai Ramadhan, test pack menunjukkan dua garis merah. Inikah jawaban bagi doa-doa kami?

hasil test pack September 2011

hasil test pack September 2011

Tapi kehamilan kedua ini jelas berbeda dari yang pertama. Tak ada sorakan gembira dan gembar-gembor ke khalayak. Kami masih H2C. Senang bercampur cemas. Terutama aku. Mungkinkah kejadian sebelumnya akan berulang kembali?

Awal-awal kehamilan aku banyak gelisah (mungkin pengaruh hormon juga yang lagi jumpalitan). Lama-lama sih udah tenang. Toh mau berpikir positif atau negatif, sama saja outcomenya. Semua sudah ketetapan Tuhan. So, ya mending think positif aja dan be happy..’N its best for the baby that way..:)

Hanya saja, kehamilan sekarang dengan yang pertama terasa banget bedanya. Gejala mualnya lebih sering muncul, juga rasa kembung perutnya (terutama mulai minggu ke-5). Fatiguenya juga lebih-lebih, nyaris 24/7 (all day long). Jam 19.30 malam udah nguap-nguap tak tertahankan (padahal udah pakai bobok siang loh). Setiap malam sering kebangun entah karena perlu pipis atau perut melilit ampun-ampunan (makanya kudu nyiapin stoples cemilan di samping tempat tidur).

Entah sugesti atau bukan, pada hamil kedua ini, suami suka ikut-ikutan mual..hehe.. ‘N puncaknya, pernah suatu ketika waktu perjalanan dinas ke Sukabumi, dia terpaksa diturunkan dari mobil di tengah jalan karena nggak kuat nahan mual dan muntah. Diturunkannya di antah berantah pula di tengah-tengah sawah. Jadi untuk pulang ke Bandung, dengan terpaksa dia nunggu jemputan usai rekan sekantor beres memantau proyek irigasi sore harinya. Poor, my hubby… Kata keluarga suami, itu mual-mual karena bawaan istri hamil karena Akang nggak ada riwayat mabok darat..hihi.. Aneh-aneh wae..

Dan, pada hamil kedua ini, aku menjadi sangat-sangat terobsesi memandangi diri sendiri di depan cermin untuk memantau perkembangan perut. Sambil membatin, si dedek berkembang nggak ya?… Alhamdulillah, pada bulan ke-5, akhirnya aku nampak pula bak wanita hamil. Sebelumnya sih, hanya nampak buncit karena kebanyakan ngemil..hihi

Well, that’s a little story of my second blessed pregnancy for baby numero uno. Insya Allah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s